News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Jelang Hari Jadi Wajo ke-623, Pengurus Lembaga Adat Desa Tosora Dikukuhkan



WAJO - Bupati Wajo, Amran Mahmud menghadiri kegiatan pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Lembaga Adat Desa Tosora "Wanua Tosora" yang digelar di pelataran Mesjid Tua Tosora, Sabtu (26/03/2022)

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin dengan Pemerintah Desa Tosora, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo pada Departemen Arkeologi, Departemen Sastra Daerah, Departemen Ilmu, Sejarah, Prodi S2 Linguistik, dan Prodi S2 Kajian Budaya tentang Kerjasama dalam pengembangan desa binaan di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.


Ini merupakan tindak lanjut dari Komitmen Bupati Wajo dan Rektor Universitas Hasanuddin terkait pengembangan Tosora sebagai basis kebudayaan Wajo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Kabupaten Wajo atau diwakili, YM. Datu Belawa, YM. Bapak Andi Bau La Tenro Aji, YM. Andi Baso Bone Petta Serang, YM. Ketua DPW Majelis Keturunan Tomanurung Kabupaten Wajo, Mardi yang mewakili Rektor dan Dekan bersama Civitas Akademika Unhas, Para Kepala OPD, Camat bersama Kapolsek dan Danrami Majauleng, Kepala Desa Torosa dan para kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Majauleng, tamu kehormatan dan undangan lainnya.

Amran Mahmud menyampaikan selamat datang kepada civitas akademika Universitas Hasanuddin di Kabupaten Wajo. "Ini merupakan komitmen kami bersama Ibu Rektor pada saat kami bawa ke tempat ini. Selain itu juga, kerjasama OPD dengan beberapa fakultas lain juga telah berjalan selama ini," ucapnya.

Amran Mahmud menyampaikan terima kasih atas terlaksananya kerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya untuk membantu meningkatkan potensi budaya dan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Wajo di Tosora. "Ini sesuai harapan kami ke depannya agar Wanua Tosora menjadi objek pengembangan budaya dan nilai-nilai luhur yang dimiliki Kabupaten Wajo di Tosora ini," harapannya

Terkait dengan Lembaga Adat yang dibentuk di Desa Tosora, Amran Mahmud berharap agar tetap di bawah kendali Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan terus mengkomunikasikan kesesuaian dengan regulasi yang ada. Apalagi di Wajo kita sudah memiliki Peraturan Daerah tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah yang berlandaskan Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah.

" Saya berharap dukungan dari Unhas untuk bisa membantu mengkaji lebih dalam agar tidak ada pelanggaran regulasi terkait pengembangan kebudayaan ini agar apa yang kita lakukan betul-betul mampu mengembangkan kebudayaan di Kabupaten Wajo," ucapnya.

Amran Mahmud juga berharap dengan keberadaan Mesjid Tua Tosora dan Makam Syekh Jamaluddin Al Akbar Al Husaini menjadi objek kunjungan budaya dunia, bukan hanya skala nasional. "Oleh karena itu, kami memaksimalkan pembangunan infrastruktur  meskipun di tengah keterbatasan anggaran di tengah pandemi covid-19," ucapnya.(*)

Tags :

bm
Created by: Admin

Sulselexpose.com adalah blog portal berita yang menyajikan beragam informasi dan berita terbaru, yang mencakup politik, pendidikan, kriminal.

Posting Komentar