Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Tim SAR Temukan Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Redaksi
Selasa, 20 Januari 2026, 1/20/2026 WIB Last Updated 2026-01-19T17:50:18Z



PANGKEP – Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (19/1/2026).


Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA di lokasi dengan medan yang sangat sulit.


“Telah ditemukan satu korban,” ujar Syafii kepada wartawan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar.


Berdasarkan laporan awal tim di lapangan, korban kedua tersebut berjenis kelamin perempuan. Namun, identitas korban belum dapat dipastikan dan masih menunggu proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).


Syafii menjelaskan, korban ditemukan di area tebing terjal dan curam, dengan kedalaman diperkirakan mencapai 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Kondisi ini membuat proses evakuasi berjalan dengan tingkat risiko tinggi.


“Lokasi korban berada di tebing yang sangat terjal dan curam sehingga menyulitkan proses evakuasi,” katanya.


Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih memfokuskan upaya pada evakuasi korban, sementara penentuan identitas sepenuhnya menjadi kewenangan pihak berwenang.


Memasuki hari ketiga operasi SAR, Basarnas memaksimalkan pencarian melalui jalur udara. Langkah ini dilakukan mengingat medan darat yang ekstrem dan jarak lokasi kejadian yang relatif dekat dengan bandara.


“Prioritas pencarian dilakukan menggunakan sarana udara. Pagi hari dilakukan pemantauan udara menggunakan pesawat Boeing, kemudian dilanjutkan dengan helikopter untuk menurunkan personel penyelamat,” ujar Syafii.


Selain itu, kekuatan udara terus diperkuat melalui koordinasi lintas instansi. Basarnas juga akan mendatangkan tambahan pesawat dari Surabaya, sementara Polda Sulawesi Selatan menyiapkan dukungan helikopter.


Basarnas turut menyiapkan opsi modifikasi cuaca untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi, mengingat cuaca buruk masih menjadi kendala utama di kawasan pegunungan Bulusaraung.


Operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.


(Fahria Fahri)

Iklan

iklan