Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Tanggul Jebol Akibat Tambang Pasir, Anggota DPRD Wajo Gerindra Desak Evaluasi Total di Sabbangparu

Admin
Selasa, 06 Januari 2026, 1/06/2026 WIB Last Updated 2026-01-06T13:30:38Z


Wajo – Anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Partai Gerindra, Rahman Rahim, turun langsung meninjau lokasi tanggul jebol di Desa Mallusesalo, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Selasa (6/1/2026).


Jebolnya tanggul tersebut diduga kuat akibat longsor yang dipicu aktivitas tambang pasir di sekitar bantaran sungai. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi warga setempat karena longsor terus meluas dan semakin mendekati permukiman.


Salah seorang warga, Nure, mengungkapkan bahwa longsor yang terjadi dari hari ke hari kian parah dan mengancam keselamatan keluarganya.


“Semakin lama longsornya semakin bertambah dan sudah dekat dari rumah kami. Kalau tidak segera diatasi, pasti akan terus longsor dan bisa jadi rumah kami yang jadi korban,” ujarnya dengan nada cemas.


Menanggapi keluhan warga, Rahman Rahim menegaskan bahwa aktivitas tambang pasir di wilayah Sabbangparu harus segera dievaluasi secara menyeluruh. Menurutnya, kegiatan yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan menimbulkan keresahan masyarakat tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.


“Tambang pasir di Sabbangparu ini perlu dievaluasi total. Kita tidak boleh membiarkan aktivitas yang menimbulkan kerusakan lingkungan serta membahayakan keselamatan warga terus berlanjut,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.


Sebagai langkah cepat dan solusi jangka pendek, Rahman Rahim juga mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang untuk segera turun tangan melakukan penanganan permanen di lokasi tanggul jebol.


“Kami meminta pihak BBWS Pompengan Jeneberang segera membangun tanggul pengaman permanen menggunakan batu gajah untuk menahan laju longsor. Ini sangat mendesak demi keselamatan warga,” pungkasnya.


Hingga kini, warga Desa Mallusesalo berharap adanya tindakan nyata dan cepat dari pihak terkait agar bencana susulan dapat dicegah dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal tanpa rasa takut.

Iklan

iklan