Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Diklat Finance for Non Finance Dorong Karyawan Pahami Dampak Finansial Setiap Keputusan Kerja

Fahria fahri
Rabu, 20 Mei 2026, 5/20/2026 WIB Last Updated 2026-05-24T11:27:21Z

PANGKEP — PT Semen Tonasa menggelar Diklat Finance for Non Finance di Gedung Diklat PT Semen Tonasa, Rabu (20/5/2026).


Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh GM SDM dan GRC PT Semen Tonasa, Muhammad Akhdharisa SJ, dengan semangat membangun pemahaman bahwa aspek keuangan bukan hanya menjadi tanggung jawab unit keuangan, tetapi juga bagian penting dalam setiap aktivitas kerja di seluruh unit organisasi.


Dalam sambutannya, Muhammad Akhdharisa SJ mengajak seluruh peserta untuk menghilangkan rasa cemas terhadap angka dan laporan keuangan. Menurutnya, pelatihan ini tidak bertujuan menjadikan peserta sebagai akuntan atau ahli keuangan, melainkan membekali mereka dengan kemampuan memahami bahasa bisnis yang digunakan dalam pengambilan keputusan perusahaan.


“Angka keuangan adalah bahasa bisnis internasional. Ketika seluruh unit memahami dasar-dasar finansial, komunikasi kerja akan menjadi lebih efektif dan keputusan yang diambil akan lebih tepat sasaran,” ujarnya.


Peserta yang berasal dari berbagai bidang kerja seperti SDM, pemasaran, operasional, hingga produksi diberikan pemahaman bahwa setiap aktivitas memiliki dampak langsung terhadap kondisi finansial perusahaan. Setiap keputusan operasional dinilai berkaitan erat dengan biaya, pendapatan, efisiensi, hingga profitabilitas organisasi.


Pada kegiatan tersebut, materi pelatihan disampaikan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum PT Semen Tonasa, Sulaiha Muhyiddin, selaku pemateri utama. Dalam sesi pembelajaran, peserta dibekali kemampuan membaca, memahami, dan menganalisis laporan keuangan dasar seperti Income Statement, Balance Sheet, dan Cash Flow.


Selain itu, peserta juga diarahkan untuk mampu menyusun perencanaan anggaran yang lebih efektif di unit kerja masing-masing serta meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan berbasis data.


Sulaiha Muhyiddin menjelaskan bahwa literasi keuangan di industri semen bukan sekadar memahami angka, tetapi juga memahami bagaimana setiap keputusan di lini produksi maupun penjualan berdampak terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan.


“Sebagai bagian dari rantai produksi yang masif, pemahaman ini memungkinkan kita untuk bertindak lebih efisien, meminimalkan pemborosan, dan memastikan setiap sumber daya yang digunakan memberikan nilai tambah maksimal bagi perusahaan,” ungkapnya.


Pelatihan berlangsung interaktif dan terbuka. Para peserta didorong aktif berdiskusi serta membawa studi kasus nyata dari lingkungan kerja masing-masing agar materi yang diperoleh lebih aplikatif dan mudah diterapkan.


Melalui penyelenggaraan diklat ini, diharapkan peserta memiliki pemahaman finansial yang lebih baik sehingga mampu berkontribusi dalam menciptakan efisiensi, meningkatkan kinerja bisnis, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih strategis di lingkungan kerja.


Iklan

iklan