Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

DLH dan PUPR Wajo Sepakat Terapkan Biopori pada Setiap Perencanaan Bangunan

Admin
Kamis, 23 Juli 2026, 7/23/2026 WIB Last Updated 2026-07-23T11:10:58Z



WAJO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Wajo mulai memperkuat sinergi dalam mendorong penerapan biopori pada setiap perencanaan bangunan sebagai upaya pengelolaan sampah dari sumbernya.


Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi DLH bersama para developer terkait penguatan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kabupaten Wajo.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal, menjelaskan bahwa peran Dinas PUPR sangat strategis karena memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan dokumen perencanaan bangunan sebelum diterbitkannya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang sebelumnya dikenal sebagai Izin Mendirikan Bangunan (IMB).


Menurutnya, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengintegrasikan aspek pengelolaan sampah sejak tahap perencanaan pembangunan.


"Ke depan, setiap desain bangunan yang diajukan untuk memperoleh PBG, baik rumah tinggal, perkantoran, kafe, hotel, pasar maupun bangunan lainnya, akan diarahkan agar memasukkan perencanaan biopori sebagai sarana pengolahan sampah organik, khususnya sampah dapur dan sisa makanan," ujar Andi Fakhrul Rijal.




Ia menyampaikan, pihak Dinas PUPR telah menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan DLH dalam mendukung kebijakan tersebut.


"Insya Allah ke depan tidak ada lagi bangunan yang dibangun tanpa biopori. Dengan adanya biopori di setiap bangunan, pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari sumbernya sehingga mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)," katanya.


Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Wajo beserta jajaran dan tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo. Sinergi lintas perangkat daerah ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, dimulai sejak tahap perencanaan bangunan hingga implementasinya di tengah masyarakat.


Di akhir pertemuan, Andi Fakhrul Rijal mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, pihak swasta, aparatur sipil negara (ASN), serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung gerakan pengelolaan sampah dari sumbernya.


"Kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Wajo. Tanpa dukungan dan sinergi dari semua pihak, Wajo tidak akan pernah menjadi daerah yang bersih, sehat, dan nyaman. Jika kita benar-benar mencintai Wajo, mari bergandengan tangan dan mengambil peran nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan Kabupaten Wajo yang lebih baik," tutupnya.

Iklan

iklan