WAJO — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo terus mendorong pengelolaan sampah dimulai dari rumah. Kali ini, seluruh staf DLH diarahkan menyediakan karung waring untuk menampung sampah botol plastik di rumah masing-masing.
Gerakan tersebut dikembangkan dengan nama SURAT KAWAN Biopori, singkatan dari Satu Rumah Satu Karung Waring dan Biopori.
Kepala DLH Wajo, A. Fakhrul Rijal B, mengatakan gerakan ini melengkapi upaya sebelumnya, yakni penggunaan ember biopori untuk mengolah sampah makanan dan sampah dapur.
"Alhamdulillah, rumah seluruh staf sudah lengkap dengan biopori dan karung waring. Ini merupakan langkah nyata untuk membiasakan pengelolaan sampah dimulai dari rumah masing-masing," kata Fakhrul.
Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi bagian penting dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
"Kalau setiap rumah mulai memilah, maka sampah tidak lagi semuanya berakhir di tempat pembuangan. Kita mulai dari rumah kita, mulai dari staf DLH, dan selanjutnya kita ajak seluruh masyarakat Wajo," ujarnya.
Melalui SURAT KAWAN Biopori, sampah organik seperti sisa makanan dan sampah dapur diolah menggunakan biopori. Sementara sampah botol plastik dikumpulkan secara terpisah menggunakan karung waring.

