Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Di Balik Senyum Malu Calon Pengantin di KUA Sabbangparu, Pertanyaan “Siapa yang Pertama Jatuh Cinta?” Jadi Sorotan

Admin
Sabtu, 06 Juni 2026, 6/06/2026 WIB Last Updated 2026-06-07T15:48:21Z


WAJO — Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, tidak hanya menjadi sarana pembekalan bagi calon pengantin, tetapi juga menghadirkan suasana hangat dan penuh makna.


Salah satu momen yang kerap mencuri perhatian dalam setiap pelaksanaan Binwin adalah ketika pemateri melontarkan pertanyaan sederhana kepada para calon pengantin, yakni, “Siapa yang pertama mengatakan cinta?”


Pertanyaan tersebut sering membuat para peserta tersenyum malu dan saling berpandangan dengan pasangannya. Menariknya, hampir seluruh pasangan yang mengikuti kegiatan itu mengakui bahwa pihak laki-laki yang lebih dulu mengungkapkan perasaan cintanya.


Namun suasana menjadi semakin hidup ketika pemateri melanjutkan dengan pertanyaan lain yang lebih mendalam, “Kalau yang pertama mengatakan cinta adalah laki-laki, lalu siapa yang pertama jatuh cinta?”


Pertanyaan itu kerap memunculkan berbagai ekspresi dari para peserta. Ada yang terdiam sejenak, tersenyum, bahkan saling menunjuk pasangannya. Dari momen tersebut, para calon pengantin diajak memahami bahwa cinta dalam rumah tangga tidak semata-mata diukur dari siapa yang pertama mengucapkannya, melainkan bagaimana cinta itu dijaga dan dipelihara setelah akad nikah.


Program Bimbingan Perkawinan di KUA Kecamatan Sabbangparu dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Kamis mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Agama untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membangun keluarga yang harmonis dan berketahanan.




Berbagai materi diberikan kepada peserta, mulai dari membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, pengelolaan ekonomi keluarga, komunikasi dan penyelesaian konflik rumah tangga, ketahanan keluarga menghadapi problem sosial, pendidikan dan pengasuhan anak, kesehatan keluarga dan reproduksi, hingga penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan berumah tangga.


Pelaksanaan Binwin dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Sabbangparu, Muh. Sakri Nur, S.Ag., M.Si, bersama para penyuluh agama Islam yang aktif memberikan pembinaan dan pendampingan kepada calon pengantin.


Menurut para pemateri, yang terpenting dalam sebuah pernikahan bukanlah mencari siapa yang pertama jatuh cinta atau siapa yang lebih dulu menyatakan cinta, melainkan bagaimana pasangan mampu menjaga komitmen dan kebersamaan setelah resmi menjadi suami istri.


“Cinta mungkin menjadi alasan seseorang memilih pasangan. Namun keluarga yang sakinah lahir dari komitmen, tanggung jawab, kesabaran, komunikasi yang baik, serta keteguhan iman dalam menjalani kehidupan bersama,” ungkap salah seorang pemateri.


Melalui pelaksanaan Binwin yang berkelanjutan, KUA Kecamatan Sabbangparu berharap setiap pasangan yang akan menikah dapat memiliki kesiapan mental, spiritual, sosial, dan ekonomi sehingga mampu membangun keluarga yang kuat, harmonis, dan bahagia.


Pada akhirnya, siapa yang pertama jatuh cinta mungkin tidak selalu dapat dipastikan. Namun yang lebih penting adalah kedua pasangan sepakat untuk terus saling mencintai, saling menguatkan, dan berjalan bersama dalam ikatan suci pernikahan menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.


(Abdul Wahab Dai)

Iklan

iklan