WAJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama masyarakat Desa Marannu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, melaksanakan kegiatan penanaman jagung sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, digelar di lahan milik Kepala Desa Marannu, Ansyar. Penanaman melibatkan mahasiswa KKN dan warga setempat yang bekerja sama menyiapkan lahan hingga menanam benih jagung menggunakan metode tradisional.
Koordinator KKN Gelombang 116 Desa Marannu mengatakan, kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat praktik pertanian yang selama ini diterapkan masyarakat.
"Mahasiswa tidak hanya membantu proses penanaman, tetapi juga belajar langsung mengenai teknik budidaya jagung serta kearifan lokal yang diwariskan para petani dari generasi ke generasi," ujarnya.
Sebelum penanaman dilakukan, lahan dibersihkan dari gulma dan sisa tanaman, kemudian dibuat alur tanam agar memudahkan proses perawatan. Benih jagung ditanam menggunakan tugal dengan kedalaman sekitar 5–10 sentimeter. Setiap lubang diisi dua butir benih sebelum ditutup kembali dengan tanah dan diberikan pupuk sebagai nutrisi awal.
Kepala Desa Marannu, Ansyar, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN yang turun langsung membantu masyarakat di sektor pertanian. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi langkah positif dalam mendukung pembangunan desa, khususnya di bidang pertanian.
"Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa," katanya.
Usai penanaman, tanaman jagung akan memasuki fase perkecambahan, pertumbuhan vegetatif hingga generatif sebelum dipanen. Perawatan rutin menjadi faktor penting untuk menghasilkan panen yang berkualitas.
Melalui kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu pilar ketahanan pangan di Kabupaten Wajo, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat melalui program pengabdian yang berdampak nyata.


