Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Revitalisasi Danau Tempe Terhenti, DLH Wajo Dorong Program Dilanjutkan

Admin
Rabu, 02 September 2026, 9/02/2026 WIB Last Updated 2026-09-02T13:04:31Z


WAJO — Program revitalisasi Danau Tempe yang mulai dikerjakan sejak 2018 hingga kini belum rampung. Pengerjaan tersebut bahkan terhenti sejak 2019.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, A. Fakhrul Rijal B, ST., MM., menyebut, dalam rencana awal, pengerukan Danau Tempe ditargetkan menghasilkan sekitar 36 pulau baru.


Namun, hingga pengerjaan terhenti, baru sekitar tiga pulau yang terealisasi.


“Kalau tidak salah, dari rencana 36 pulau yang akan terbentuk melalui pengerukan, baru sekitar tiga pulau yang terealisasi. Sangat disayangkan kalau program sebesar ini tidak dilanjutkan,” ujarnya.


Menurut Fakhrul, revitalisasi tersebut awalnya direncanakan berlangsung sekitar lima tahun untuk menyelesaikan keseluruhan pekerjaan.


Ia menilai, jika revitalisasi dapat diselesaikan sesuai rencana, manfaatnya akan sangat besar bagi kelestarian Danau Tempe maupun masyarakat di sekitarnya.


Dengan latar belakang pendidikan arsitektur dan perencanaan wilayah, Fakhrul melihat pengerukan Danau Tempe tidak hanya sebatas mengangkat sedimentasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penataan kawasan danau secara terpadu.


“Kalau dilihat dari perspektif arsitektur dan perencanaan wilayah, pengerukan danau yang dilakukan secara terencana dapat memberikan banyak manfaat. Selain mengembalikan fungsi badan air, material hasil pengerukan dapat dimanfaatkan untuk membentuk dan menata pulau-pulau baru yang kemudian dapat dikembangkan sebagai bagian dari kawasan ekowisata,” jelasnya.


Ia menyebut, pulau-pulau hasil pengerukan berpotensi dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau, kawasan konservasi, habitat satwa dan ikan, hingga destinasi wisata berbasis lingkungan.


Selain itu, pengerukan yang dilakukan secara tepat juga diharapkan mampu mengurangi pendangkalan akibat sedimentasi, memperbaiki fungsi perairan dan menjaga keseimbangan ekosistem Danau Tempe.


“Seandainya ini dirampungkan, manfaatnya akan luar biasa. Tetapi tentunya harus dilakukan berdasarkan kajian teknis, lingkungan dan tata ruang yang matang agar revitalisasi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi Danau Tempe,” tuturnya.


Fakhrul berharap pemerintah kembali memberikan perhatian terhadap keberlanjutan program revitalisasi Danau Tempe. Ia mendorong agar program tersebut dikaji kembali dan, jika memungkinkan, dilanjutkan secara bertahap dengan pendekatan yang lebih terpadu.


“Danau Tempe bukan hanya persoalan air dan ikan, tetapi juga menyangkut lingkungan, tata ruang, ekonomi, sosial dan masa depan masyarakat. Karena itu, penataannya harus dipikirkan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Iklan

iklan