Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Populasi Ikan Danau Tempe Menurun, DLH Wajo Soroti Lima Faktor

Admin
Senin, 31 Agustus 2026, 8/31/2026 WIB Last Updated 2026-08-31T10:19:24Z

 


WAJO — Menurunnya populasi ikan di Danau Tempe menjadi perhatian serius dalam upaya menjaga keberlanjutan ekosistem perairan dan sumber penghidupan masyarakat sekitar.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B, menyebut berkurangnya populasi ikan tidak dapat dilihat hanya dari satu faktor. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.


Salah satunya adalah pendangkalan Danau Tempe akibat sedimentasi. Kondisi danau yang semakin dangkal dapat meningkatkan kekeruhan air sehingga berpengaruh terhadap kualitas habitat dan kondisi yang dibutuhkan ikan untuk berkembang biak.


Faktor lainnya adalah masuknya bahan kimia dari aktivitas pertanian, seperti herbisida, pestisida, dan pupuk kimia yang berpotensi terbawa aliran permukaan menuju danau, terutama saat musim penghujan. Sedimentasi dari kawasan hulu juga dapat membawa berbagai material ke perairan dan memengaruhi kualitas air serta kehidupan ikan.


Selain itu, praktik penangkapan ikan menggunakan setrum dinilai dapat mengganggu regenerasi populasi karena tidak hanya membunuh ikan dewasa, tetapi juga ikan-ikan berukuran kecil dan anakan ikan.


DLH Wajo juga menyoroti meningkatnya keberadaan ikan sapu-sapu di Danau Tempe. Keberadaan ikan tersebut dinilai perlu dikelola karena berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem, termasuk memakan telur ikan yang berada di dasar perairan.


Sementara itu, keberadaan ikan patin juga menjadi perhatian dalam menjaga keseimbangan ekosistem danau. Sebagai ikan omnivora, patin dapat memanfaatkan berbagai sumber makanan dan dalam kondisi tertentu berpotensi memangsa organisme maupun ikan berukuran kecil.


“Berkurangnya ikan di Danau Tempe tidak bisa dilihat hanya dari satu faktor. Kita harus melihat kondisi danau secara keseluruhan, mulai dari kualitas air, sedimentasi, aktivitas pertanian, cara penangkapan ikan, hingga perubahan komposisi jenis ikan yang hidup di dalam danau,” ujar Andi Fakhrul Rijal B.


Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian Danau Tempe dengan mengurangi aktivitas yang berpotensi mencemari perairan serta menghentikan praktik penangkapan ikan yang dapat merusak regenerasi.


“Kalau kita ingin ikan di Danau Tempe tetap ada dan kembali melimpah, maka ekosistem danaunya harus kita jaga bersama. Menjaga danau berarti menjaga sumber kehidupan masyarakat Wajo,” tegasnya.

(Andi Ukky)

Iklan

iklan