Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Dosen FT UNM Dorong Kemandirian  Energi; Pengurus Yayasan Pembinaan  Muallaf Al Istiqamah Dilatih Instalasi  dan  Troubleshooting PLTS

Uceng
Rabu, 26 Agustus 2026, 8/26/2026 WIB Last Updated 2026-08-26T14:36:06Z


 Sulselexpose.id.Pemanfaatan energi terbarukan terus didorong sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi yang berkelanjutan di masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala rumah tangga yang dapat menjadi alternatif sumber energi listrik yang ramah lingkungan dan efisien.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Pelatihan Instalasi dan Troubleshooting Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Skala Rumah Tangga bagi Pengurus Yayasan Pembinaan Muallaf Al-Istiqamah Mundo Perdido” yang dilaksanakan pada Agustus 2026 bertempat di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis para pengurus yayasan dalam memahami, memasang, mengoperasikan, serta melakukan troubleshooting sederhana pada sistem PLTS skala rumah tangga.

Pelatihan diikuti oleh 13 peserta yang merupakan pengurus Yayasan Pembinaan Muallaf Al-Istiqamah Mundo Perdido. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui praktik instalasi dan pemeriksaan komponen sistem PLTS.



Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai komponen utama PLTS, antara lain panel surya (solar photovoltaic), solar charge controller, baterai, inverter, kabel dan konektor, serta beban listrik. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai prinsip kerja sistem PLTS, fungsi setiap komponen, prosedur instalasi, keselamatan kerja, serta teknik pemeliharaan sistem.

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah troubleshooting PLTS. Peserta dilatih untuk mengidentifikasi berbagai gangguan yang dapat terjadi pada sistem, seperti panel surya yang tidak menghasilkan daya optimal, baterai yang tidak terisi, gangguan pada solar charge controller, inverter yang tidak bekerja, hingga permasalahan pada sambungan kabel dan beban.

Ir. Labusab, S.Pd., M.T selaku Ketua Tim Pengabdi UNM, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori energi surya, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dapat diterapkan secara langsung.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan keterampilan praktis kepada pengurus yayasan agar mampu memahami sistem PLTS, melakukan instalasi secara benar, serta mengenali dan menangani gangguan sederhana yang mungkin terjadi dalam pengoperasian PLTS,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan melakukan troubleshooting menjadi bagian penting karena pemanfaatan teknologi PLTS di tingkat rumah tangga tidak cukup hanya dengan mengetahui cara memasangnya. Pengguna juga perlu memahami cara melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan agar sistem dapat bekerja secara optimal dan memiliki umur layanan yang lebih panjang. Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan energi terbarukan. Energi matahari yang tersedia secara melimpah dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, terutama untuk kebutuhan listrik skala rumah tangga dan fasilitas sosial masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Labusab dibantu oleh dua anggota tim lainnya; Nurfauziyah dari Program Studi Pendidikan Vokasional Mekatronika, dan A. Muzawwirah Patawari dari Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika.

Program pengabdian ini merupakan hasil kerjasama antara tim dosen pengabdi UNM dengan Pengurus Yayasan Pembinaan Muallaf Al-Istiqamah Mundo Perdido.

Ketua Yayasan, Muhammad Miolo, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan yang sebelumnya belum banyak dipahami oleh pengurus yayasan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya mendapatkan penjelasan tentang PLTS, tetapi juga belajar secara langsung bagaimana memasang dan memeriksa sistem ketika terjadi gangguan. Pengetahuan ini dapat kami gunakan untuk membantu pemeliharaan PLTS di lingkungan yayasan maupun di rumah,” katanya.

Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dan akademisi dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman teknologi, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kemampuan masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi energi terbarukan secara tepat, aman, dan berkelanjutan.

Kedepan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat, sehingga pemanfaatan PLTS tidak berhenti pada tahap instalasi, tetapi dapat berlanjut pada aspek pengoperasian, pemeliharaan, troubleshooting, dan optimalisasi penggunaan energi surya.

Dengan meningkatnya keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi PLTS, energi matahari tidak hanya menjadi sumber listrik alternatif, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih mandiri energi dan berorientasi pada pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Iklan

iklan