WAJO — Polres Wajo kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Kali ini, pendistribusian dilakukan di dua titik di wilayah Kelurahan Watanglipue, Kecamatan Tempe. Sebanyak 13 kubik atau sekitar 13 ribu liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 30 kepala keluarga (KK).
Wakapolres Wajo Kompol Andi Syamsulifu mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau dan dampak El Nino.
“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan pendistribusian air bersih di dua kelurahan, dua titik. Kita memberikan air bersih kepada masyarakat yang kekurangan dan sudah terdampak kekeringan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi kekeringan membuat sebagian warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara sumber air dari sungai yang masih dimanfaatkan warga hanya digunakan untuk mencuci karena dinilai tidak layak untuk kebutuhan memasak dan minum.
“Kalau mereka mendapatkan air bersih, mereka harus membeli. Untuk air dari sungai hanya digunakan mencuci, tidak layak untuk memasak dan air minum. Karena itu, Polri hadir memberikan bantuan air bersih,” jelasnya.
Pendistribusian air bersih tersebut merupakan kegiatan yang telah dilakukan Polres Wajo untuk ketiga kalinya selama kondisi kekeringan. Polres Wajo juga berencana kembali menyalurkan bantuan air bersih dalam beberapa hari ke depan.
Dalam kegiatan ini, Polres Wajo turut mendapat dukungan dari Satbrimob Bone Polda Sulsel dengan mengerahkan satu unit water cannon untuk membantu proses pendistribusian air.
Sementara itu, Warga kelurahan Watanglipue, Hermansyah, mengungkapkan bahwa kebutuhan air bersih di wilayahnya cukup tinggi, khususnya masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir Sungai Walannae dan Sungai Labebe.
Ia menyebut, air sungai saat ini sudah tidak layak dikonsumsi karena debit air menurun dan kondisi sungai yang tidak lagi mengalir seperti biasanya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Wajo bersama Brimob. Bantuan air bersih ini memang sudah lama kami nantikan karena air di Sungai Labebe Walannae sudah tidak layak dikonsumsi,” kata Hermansyah.
Namun, bantuan 13 kubik air tersebut diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan warga selama dua hingga tiga hari.
Karena itu, pihak kelurahan berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan air bersih secara rutin, minimal dua kali dalam sepekan selama musim kemarau.
“Kalau bagusnya, kami berharap pemerintah terkait, khususnya Kabupaten Wajo, dapat memberikan bantuan air bersih minimal dua kali satu minggu,” harapnya.
Hermansyah menambahkan, dampak kekeringan di kawasan pesisir Sungai Walannae dan Sungai Labebe saat ini telah dirasakan sekitar 300 kepala keluarga.
Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir September berdasarkan perkiraan cuaca yang disampaikan BMKG. Masyarakat pun berharap musim kemarau segera berakhir dan hujan kembali turun untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.


