Iklan

iklan

Iklan atas

iklan
,

Iklan ke 2

iklan

Baru Digelar Lagi Setelah 40 Tahun, Pesta Panen Desa Inrello 2026 Berakhir

Admin
Senin, 05 Oktober 2026, 10/05/2026 WIB Last Updated 2026-10-05T01:14:39Z

 


WAJO, sulselexpose.id — Pesta Panen Desa Inrello 2026 resmi berakhir setelah berlangsung sejak 25 September hingga 4 Oktober 2026 di Lapangan Longka, Kompleks Pondok Pesantren Al-Mujahidin As'adiyah Longka, Desa Inrello, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.


Pesta panen yang digelar setelah penantian sekitar 40 tahun itu ditutup dengan berbagai rangkaian tradisi dan kegiatan budaya. Puncak acara dihadiri Bupati Wajo Andi Rosman, bersama Wakil Bupati Wajo dr. H. Baso Rahmanuddin, serta masyarakat Desa Inrello.


Sejumlah kegiatan mewarnai pesta panen tersebut, mulai dari lomba keagamaan tingkat SD dan MTs, bola voli putra, sepak takraw, permainan tradisional, tarik tambang, lari karung, panjat pinang anak-anak hingga sepak bola mini tingkat SD.


Pada malam atau hari puncak, masyarakat mengikuti rangkaian Manré Sipulung, zikir, selawatan, Mappadéndang, Mattojang, serta penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba.


Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hingga sore. Warga tumpah ruah di Lapangan Longka untuk mengikuti tradisi sekaligus menikmati momentum kebersamaan yang sudah lama tidak digelar.




Dua ekor sapi disiapkan untuk kebutuhan acara. Selain itu, masyarakat juga menyediakan hidangan tradisional seperti lawar ayam kampung dan berbagai sajian lainnya.


Bupati Wajo Andi Rosman bahkan turut mencoba tradisi Mattojang, salah satu permainan rakyat yang hingga kini masih dilestarikan masyarakat Desa Inrello.


Pesta panen ini memiliki nilai sejarah tersendiri. Berdasarkan keterangan masyarakat, kegiatan serupa terakhir kali digelar di Longka sekitar 40-an tahun lalu atau diperkirakan pada pertengahan 1980-an.


Saat itu, Longka masih menjadi bagian dari wilayah administratif Desa Keera, Kecamatan Pitumpanua. Desa Inrello kemudian berkembang melalui proses pemekaran wilayah hingga menjadi desa definitif.


Dalam dokumen sejarah Desa Keera, pemekaran dilakukan untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu wilayah hasil pemekaran tersebut adalah Desa Inrello.




Desa Inrello sebelumnya merupakan bagian dari Desa Keera yang terdiri atas Dusun Bontomare dan Dusun Inrello. Pada 1983, Inrello menjadi desa persiapan dengan dua dusun, yakni Dusun Inrello dan Dusun Watti, dengan H.M. Haris Andi Paroasi sebagai kepala desa.


Desa Persiapan Inrello kemudian menjadi desa definitif sekitar 1990-1991 dan dilanjutkan dengan pemilihan kepala desa.


Seiring perjalanan pemerintahan desa, wilayah Inrello juga mengalami pemekaran hingga terbentuk Desa Ciromanie. Kini, di bawah pemerintahan Kepala Desa Inrello H. Muh. Anwar Syahadat, tradisi pesta panen yang telah lama hilang kembali dihidupkan.


Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.


Pesta Panen Desa Inrello 2026 pun menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat setempat, karena tradisi yang terakhir digelar sekitar empat dekade lalu kembali hadir di tengah masyarakat. 


(Abdul Wahab Dai)

Iklan

iklan iklan