Iklan

iklan

Iklan atas

iklan
,

Iklan ke 2

iklan

Bata Interlock Presisi SIG Diklaim Pangkas Waktu Bangun Rumah hingga Satu Bulan

Fahria fahri
Minggu, 04 Oktober 2026, 10/04/2026 WIB Last Updated 2026-10-04T08:32:58Z

 


Penggunaan Bata Interlock Presisi (BIP) diklaim mampu memangkas waktu pembangunan rumah dari yang biasanya mencapai empat hingga lima bulan menjadi maksimal sekitar satu bulan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, saat menghadiri peresmian rumah yang dibangun menggunakan Bata Interlock Presisi di kawasan Perumahan Sunrise City, Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Anis, keunggulan BIP terletak pada tingkat presisinya yang membuat proses pemasangan material menjadi lebih cepat. Terlebih, pengerjaan dilakukan oleh tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan penggunaan material tersebut.

"Kalau seperti yang kelihatan di belakang kita ini, rumah-rumah tipe subsidi mungkin dalam membangun satu rumah membutuhkan waktu empat sampai lima bulan. Tetapi Insya Allah dengan menggunakan Bata Interlock Presisi dan para pekerja bangunan yang sudah dilatih dengan baik, satu rumah ini bisa diselesaikan paling lama hanya satu bulan," kata Anis.

Selain mempercepat proses pembangunan, penggunaan BIP dinilai berpotensi menekan biaya konstruksi, khususnya biaya tenaga kerja. Dengan waktu pengerjaan yang lebih singkat, pengembang diharapkan dapat mengurangi biaya tukang dan membuka peluang menghadirkan hunian dengan harga yang lebih terjangkau.

Ais mengatakan, pengembangan Bata Interlock Presisi merupakan bagian dari upaya Semen Indonesia Group (SIG) menghadirkan solusi konstruksi untuk kebutuhan masyarakat, termasuk penyediaan hunian.

Semen Tonasa sebagai bagian dari SIG turut berperan dalam penyediaan material semen untuk wilayah Indonesia Timur. Sementara produksi bata interlock dilakukan bersama unit usaha beton dan mitra terkait.


Di lokasi yang sama, Direktur Utama PT Nusantara Land Development, Tri Wijaya, mengatakan konsep hunian tersebut menggabungkan proses pembangunan yang lebih cepat dengan desain modern.


Maros dipilih sebagai lokasi pengembangan karena dinilai strategis, terutama karena lokasinya dekat dengan Kota Makassar dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.


Tri juga menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan penggunaan Bata Interlock Presisi untuk pembangunan rumah subsidi. Rencana tersebut masih dalam tahap perancangan dan diharapkan dapat diterapkan pada proyek perumahan berikutnya.

Iklan

iklan iklan