Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Donasi Rumah Tahfidz Ponpes Al-Mujahidin As'adiyah Longka Mulai Sasar Alumni

Sabtu, 23 Desember 2023, 12/23/2023 WIB Last Updated 2023-12-22T23:50:53Z


Abdul Wahab Dai 

Kontributor


WAJO-Penggalangan dana pembangunan Rumah Tahfidz Pondok Pesantren Al-Mujahidin As'adiyah Longka di Dusun Latappareng, Desa Inrello, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan terus bergeliat.


KM. Roni Bakka Lamu, S.H.I., M.A., M.MG., Pimpinan Pondok yang dihubungi semalam (Jumat, 22 Desember 2023) mengonfirmasi saldo rekening bank resmi penggalangan dana yang perlahan-lahan bertambah menyusul penyebarluasan pamlet digital berupa ajakan berdonasi bagi kelanjutan pembangunan Rumah Tahfidz.


Saat ini pembangunan gedung Rumah Tahfidz terhenti sambil menunggu tambahan dana dari masyarakat luas. Panitia sendiri sudah mulai melibatkan para alumni dalam penggalangan dana ini.


Terkini dinding berbahan batu merah bakal Pondok Tahfidz sudah terpasang, namun terhenti sementara sembari menanti jumlah dana untuk pengecoran lantai dua cukup dan memadai.


Adapun struktur kepengurusan Pimpinan Pondok adalah KM. Roni Bakka Lamu, S.H.I., M.A., M.MG. (Pimpinan), Erwin, S.Pd. (Sekretaris), dan Muh. Haris D, S.Pd. (Bendahara) sekaligus Panitia Pembangunan Pondok Tahfidz.


Ponpes ini mengelola MA As'adiyah No. 7 Longka dan MTs As'adiyah No. 22 Longka. Keduanya dipimpin oleh Muh. Haris D, S.Pd. dan Surianti, S.Ag. masing-masing sebagai kepala madrasah.


"Kami tidak akan bergerak mengecor lantai dua bila dana belum mencapai sekira Rp150 juta," katanya sembari menyebut sumber dana berasal dari donasi masyarakat umum.


Beberapa bulan yang lalu Panitia kembali menerima dakuan kesanggupan donasi 100 sak semen dari keluarga Muhammad Adam dan salah seorang kerabat Pimpinan Pondok menyanggupi 40 sak semen.



Kali perdana menerima santri pada tahun 1988 pada level SLTP,  MTs As'adiyah No. 22 Longka menyelenggarakan pembelajaran di belakang Masjid Nurul Hilal pada sebuah bangunan semi permanen.


Sebelum Madrasah Tsanawiah ini beroperasi, murid-murid sekolah di Longka dan sekitarnya belajar di SD Negeri pada pagi hari selama enam tahun dan mengikuti Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau Sekolah Arab berbendera As'adiyah selama tiga tahun  sepanjang sore. Menurut Sayyed Muhammad Ibrahim Assegaf, putra pendiri pesantren yang kini menjadi Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Mujahidin, Sekolah Arab setingkat Madrasah Ibtidaiyah beroperasi sejak 1985. 


Namun perlahan-lahan MI atau Sekolah Arab berhenti beroperasi. Maka pada tahun 1988 MTs mulai didirikan setelah sebelumnya Sayyed Muhammad Alwi Assegaf (perintis pesantren) membawa beberapa santri Longka untuk "nyantri" di Sengkang, bahkan menyewakan mereka rumah tinggal selama masa pendidikan.


Pesantren dirintis oleh Sayyed Muhammad Alwi Assegaf, warga Longka berdarah Yaman, ayahanda Kepala Desa Inrello kini yakni H. Muhammad Anwar Syahadat. 


Level MA beroperasi mulai tahun 2002 dan menempati lahan di sekitar Lapangan Longka dewasa ini. Level MA tetap beroperasi di bawah bendera As'adiyah dengan nama MA As'adiyah No. 7 Longka.


Salah seorang alumnus Ponpes ini yang kesohor adalah Dr. Firdaus Muhammad, pengamat politik UIN Makassar.


Sumber Gambar: Koleksi Penulis

Iklan

iklan