![]() |
| Sumber foto : Warganet |
WAJO — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah utara Kabupaten Wajo dalam beberapa hari terakhir membuat warga Kota Siwa dan sekitarnya mulai waspada terhadap ancaman banjir, Jumat (08/05/2026).
Sejumlah wilayah dilaporkan mulai tergenang air, di antaranya kawasan Jauhpandang dan Lompoloang. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga, terutama di daerah rawan banjir seperti Lingkungan Mattugengkeng atau yang dikenal dengan sebutan Blok M.
“Jauhpandang kebanjiran,” tulis Burhanuddin, warga Jauhpandang, dalam pesan kepada kontributor Abdul Wahab Dai sambil mengirimkan beberapa foto kondisi banjir.
Kota Siwa yang dibelah oleh dua sungai memang kerap terdampak luapan air saat curah hujan tinggi terjadi dalam waktu cukup lama. Warga pun mulai melakukan langkah antisipasi dengan memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.
Rasa waswas masyarakat juga dipicu oleh ingatan banjir besar yang melanda Siwa dan Pitumpanua pada Mei 2024 lalu. Saat itu, banjir menyebabkan aktivitas warga terganggu dan merendam sejumlah kawasan pemukiman.
Di media sosial, sejumlah warga turut membagikan kondisi terkini di lingkungan mereka. Dari kompleks UPT SMAN 14 Wajo, seorang warganet bernama Eka Sulfia memosting foto halaman sekolah dan teras ruang kelas yang mulai tergenang air.
Sementara itu, hujan deras juga terjadi di Kecamatan Keera. Seorang warganet bernama Wahyu menyebut hujan lebat disertai angin kencang terjadi sejak Kamis malam.
“Semalam hujan lebat disertai angin kencang,” tulisnya dalam unggahan media sosial.
Hingga Jumat pagi, warga di sejumlah titik rawan banjir masih terus memantau kondisi debit air sungai yang mengalami peningkatan perlahan akibat curah hujan yang masih tinggi.
(Abdul Wahab Dai)


