WAJO — Dugaan praktik penampungan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi kembali menjadi sorotan masyarakat di Kabupaten Wajo. Sejumlah warga mengaku mengetahui aktivitas keluar masuk kendaraan tangki dan mobil pelangsir di sebuah lokasi yang diduga dijadikan tempat penyimpanan solar subsidi.
Informasi tersebut diperoleh dari warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurut mereka, aktivitas yang mencurigakan itu telah berlangsung cukup lama dan menjadi perbincangan di lingkungan sekitar.
Salah seorang sumber menyebut mobil tangki yang kerap terlihat memasuki lokasi diduga memiliki keterkaitan dengan seorang oknum anggota Polri berinisial A yang disebut bertugas di Kota Makassar.
"Mobil tangki itu sering datang malam hari. Warga menduga kendaraan tersebut terkait dengan kegiatan penampungan solar," ujar sumber, Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat penampungan BBM berada di area belakang sebuah rumah warga. Tempat tersebut sebelumnya diketahui merupakan kandang ayam dan kini diduga difungsikan sebagai lokasi penyimpanan solar.
Selain mobil tangki, sejumlah kendaraan pelangsir juga disebut rutin keluar masuk kawasan tersebut. BBM yang dibawa kendaraan itu diduga dipindahkan ke lokasi penampungan yang berada di area bekas kandang ayam.
"Mobil pelangsir sering masuk. BBM yang dibawa diduga kemudian ditampung di area kandang ayam yang sudah tidak digunakan lagi," ungkap sumber.
Warga menduga lokasi tersebut dipilih karena berada di bagian belakang rumah dan relatif tertutup dari pandangan masyarakat. Aktivitas bongkar muat BBM disebut lebih sering berlangsung pada malam hingga dini hari saat kondisi lingkungan sekitar sepi.
Bahkan, menurut pengakuan warga, mobil tangki pernah terlihat memasuki lokasi sekitar pukul 02.00 WITA dan parkir di area yang diduga menjadi tempat penampungan.
"Pernah terlihat sekitar jam dua dini hari mobil tangki masuk dan parkir di situ," katanya.
Aktivitas tersebut, lanjut warga, telah lama menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah wartawan dan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) disebut pernah melakukan pemantauan ke lokasi, namun belum berhasil menemukan kendaraan tangki saat berada di tempat.
"Sering ada yang datang memantau, tetapi kebetulan mobil tangkinya tidak ada sehingga tidak pernah ditemukan," ujar sumber.
Warga juga menduga BBM yang ditampung di lokasi tersebut kerap dipindahkan saat muncul laporan masyarakat atau ketika beredar informasi mengenai rencana pemeriksaan dari pihak terkait.
Munculnya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tersebut semakin menarik perhatian publik. Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui penyelidikan resmi oleh aparat penegak hukum.
Masyarakat berharap pihak kepolisian serta instansi terkait yang berwenang dalam pengawasan distribusi BBM bersubsidi segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi yang dimaksud.
"Kami berharap aparat turun langsung memeriksa lokasi tersebut. Jika memang tidak ada pelanggaran tentu akan menjadi jelas, tetapi kalau terbukti ada penyalahgunaan BBM subsidi harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ujar salah seorang warga.
Warga juga meminta agar penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Pasalnya, BBM subsidi merupakan hak masyarakat yang harus disalurkan tepat sasaran dan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebut dalam informasi warga belum memberikan keterangan resmi. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi lebih lanjut.

