Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Perkuat Budaya K3, PT Semen Tonasa Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kecelakaan Kerja

Fahria fahri
Rabu, 01 Juli 2026, 7/01/2026 WIB Last Updated 2026-08-04T18:15:00Z



 

PANGKEP – PT Semen Tonasa menggelar Simulasi Tanggap Darurat Kecelakaan Kerja di area Preheater Unit Tonasa 5, Rabu (1/7/2026), sebagai upaya memperkuat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan tersebut bertujuan menguji kesiapan personel, efektivitas sistem tanggap darurat, serta koordinasi lintas fungsi dalam menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan operasional.

Simulasi diawali dengan skenario kecelakaan kerja yang melibatkan seorang pekerja di area preheater. Setelah insiden dilaporkan, Tim Tanggap Darurat langsung mengaktifkan prosedur penanganan, mulai dari pengamanan lokasi, evakuasi korban, hingga koordinasi dengan tim medis sesuai standar operasional perusahaan.

Selain menguji kecepatan respons personel, simulasi tersebut juga menjadi sarana evaluasi terhadap efektivitas komunikasi, koordinasi antarunit, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung dalam menghadapi kondisi darurat.

General Manager Production Planning and Control PT Semen Tonasa sekaligus Komandan Tanggap Darurat, Yosi Reapradana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun budaya keselamatan yang menjadi tanggung jawab seluruh pekerja dan mitra kerja.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan. Kepedulian terhadap aspek safety merupakan kunci untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Budaya K3 hanya dapat terwujud apabila setiap individu memiliki kesadaran, kepedulian, dan disiplin dalam menerapkan prosedur keselamatan di setiap aktivitas kerja,” ujarnya.

Direktur Operasi PT Semen Tonasa, Mochamad Alfin Zaini, menegaskan simulasi tanggap darurat bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh sistem kesiapsiagaan perusahaan berjalan optimal.

“Kita perlu memastikan bahwa seluruh sistem, prosedur, fasilitas, dan personel benar-benar siap ketika menghadapi kondisi darurat. Melalui simulasi ini, kita dapat mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu dievaluasi sekaligus melakukan penyempurnaan agar respons perusahaan semakin cepat, tepat, dan efektif,” katanya.

Menurut Alfin, kemampuan merespons kondisi darurat secara profesional menjadi faktor penting dalam melindungi keselamatan pekerja, meminimalkan risiko operasional, sekaligus menjaga keberlangsungan proses produksi.

Ia menambahkan, perusahaan akan terus memperkuat budaya K3 agar menjadi bagian dari budaya kerja di seluruh lini operasional.

“Ke depan kita harus semakin tanggap, semakin sigap, dan terus memperkuat budaya K3 sebagai bagian dari budaya kerja perusahaan. Dengan komitmen tersebut, PT Semen Tonasa akan terus tumbuh menjadi perusahaan yang unggul, berdaya saing, serta senantiasa mengedepankan keselamatan dalam setiap aktivitas operasional,” tutupnya.

Simulasi tersebut dihadiri Direktur Operasi PT Semen Tonasa Mochamad Alfin Zaini, jajaran Band 1 PT Semen Tonasa, Tim STMC, Tim Security, serta pekerja dan mitra kerja (vendor) yang terlibat dalam operasional Unit Tonasa 5.

Melalui kegiatan ini, PT Semen Tonasa kembali menegaskan komitmennya membangun budaya keselamatan yang kuat, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, serta mewujudkan operasional perusahaan yang aman, andal, efisien, dan berkelanjutan.


Iklan

iklan