WAJO — Inspektorat Daerah Kabupaten Wajo turut ambil bagian dalam memeriahkan Carnaval Kain Sutera, salah satu rangkaian kegiatan Festival Danau Tempe 2026 yang digelar di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Wajo, H. Dahlan bersama istrinya Hj. Musniati dan jajaran Inspektorat tampil mengenakan pakaian berbahan kain sutera khas Wajo dalam carnaval yang diikuti ribuan peserta tersebut.
Keikutsertaan jajaran Inspektorat menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan pemerintah daerah yang mengangkat potensi budaya dan kearifan lokal Kabupaten Wajo.
H. Dahlan mengatakan, keterlibatan Inspektorat dalam kegiatan tersebut bukan sekadar memeriahkan carnaval, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pelestarian budaya lokal.
“Kami dari Inspektorat Daerah Kabupaten Wajo bersama jajaran sangat mendukung kegiatan yang mengangkat kearifan lokal seperti Carnaval Kain Sutera ini. Keikutsertaan kami merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan kain sutera sebagai salah satu identitas Kabupaten Wajo,” ujar H. Dahlan.
Menurutnya, kegiatan yang melibatkan perangkat daerah dan masyarakat secara langsung dapat memperkuat rasa kebersamaan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah.
“Wajo dikenal sebagai daerah penghasil sutera. Karena itu, kita perlu bersama-sama menjaga dan memperkenalkan kain sutera Wajo agar tetap menjadi bagian dari identitas daerah dan semakin dikenal oleh masyarakat luas,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Inspektorat Daerah Kabupaten Wajo tampil mengenakan busana berbahan kain sutera dengan berbagai kreasi. Kehadiran mereka juga mendapat perhatian masyarakat yang memadati jalur carnaval.
Carnaval Kain Sutera diikuti oleh ribuan peserta yang berasal dari berbagai instansi serta perwakilan 14 kecamatan di Kabupaten Wajo.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda tahunan dalam rangkaian Festival Danau Tempe yang mengangkat budaya, tradisi, serta potensi lokal Kabupaten Wajo.
Selain carnaval, Festival Danau Tempe 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lainnya, di antaranya lomba perahu dayung, tudang sipulung, serta sejumlah perlombaan kesenian.
H. Dahlan berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam pelestarian budaya serta pengembangan potensi ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dipertahankan dan dikembangkan. Semoga Festival Danau Tempe dapat semakin dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk para pengrajin dan pelaku usaha kain sutera di Kabupaten Wajo,” tutupnya.


