Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Turnamen Domino di Stadion Wajo Ricuh, Pertandingan Sempat Tertunda Diduga Akibat Masalah Input Bagan

Redaksi
Minggu, 10 Mei 2026, 5/10/2026 WIB Last Updated 2026-05-09T17:16:39Z

WAJO — Turnamen domino yang digelar di area stadion Kabupaten Wajo, Sabtu malam, mendadak diwarnai kericuhan hingga menyebabkan jalannya pertandingan sempat tertunda. Insiden tersebut diduga dipicu persoalan teknis dalam pelaksanaan pertandingan, khususnya terkait sistem penginputan bagan peserta yang disebut masih dilakukan secara manual.

Informasi mengenai keributan itu beredar melalui percakapan WhatsApp yang diterima media ini. Dalam percakapan tersebut, salah seorang peserta menyebut pertandingan sempat tertunda cukup lama akibat situasi yang memanas di lokasi.

“Iya, ditunda terus orang main,” tulis salah seorang peserta dalam pesan singkat.

Saat ditelusuri lebih lanjut, kericuhan disebut dipicu adanya persoalan antara panitia pelaksana dan pihak penyelenggara pertandingan. Dugaan lain mengarah pada sistem penginputan bagan pertandingan yang dinilai kurang efektif karena masih dilakukan secara manual.

“Iya, na input manual ji bagannya alasannya,” ungkap peserta lainnya.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah peserta mempertanyakan mekanisme pelaksanaan turnamen. Beberapa di antaranya terlihat berkumpul di sekitar arena pertandingan untuk meminta penjelasan langsung dari panitia terkait keterlambatan dan kejelasan sistem pertandingan.

Situasi di lokasi sempat memanas, namun panitia akhirnya berupaya menenangkan peserta agar pertandingan dapat kembali dilanjutkan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kabupaten Wajo maupun pihak SMS selaku pihak yang disebut terlibat dalam pelaksanaan turnamen, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Sejumlah peserta berharap panitia dapat segera melakukan evaluasi terhadap sistem pelaksanaan turnamen, termasuk penggunaan sistem bagan yang lebih modern dan transparan, agar kejadian serupa tidak terulang pada kompetisi berikutnya.

Iklan

iklan