Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

DLH Wajo Lahirkan Inovasi "Wajo Green Pest", Cairan Anti Rayap Ramah Lingkungan dari Limbah Ubi Kayu

Admin
Kamis, 09 Juli 2026, 7/09/2026 WIB Last Updated 2026-07-09T09:28:01Z


WAJO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo kembali menghadirkan inovasi di bidang pengelolaan lingkungan. Salah satu staf DLH Wajo, Syamsudariadi, berhasil mengembangkan Wajo Green Pest, sebuah cairan anti rayap berbahan dasar limbah ubi kayu yang ramah lingkungan.


Inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna, sekaligus mendukung upaya pengurangan limbah dan pelestarian lingkungan.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B. memberikan apresiasi atas inovasi yang dihasilkan oleh jajarannya. Menurutnya, Wajo Green Pest merupakan bukti bahwa kreativitas aparatur dapat melahirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.


"Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dihasilkan oleh staf kami. Wajo Green Pest menjadi bukti bahwa limbah ubi kayu dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dalam pengendalian rayap. Inovasi seperti ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan limbah serta mendukung upaya pelestarian lingkungan," ujar Andi Fakhrul Rijal B.


Ia menambahkan, DLH Kabupaten Wajo akan terus mendorong budaya inovasi di lingkungan organisasi sebagai bagian dari komitmen dalam menciptakan solusi berbasis lingkungan yang berkelanjutan.


Selain mendukung pengelolaan sampah dan pengurangan limbah, inovasi tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang pengembangan produk lokal yang bernilai ekonomis serta ramah lingkungan.


Ke depan, DLH Kabupaten Wajo berkomitmen untuk terus melahirkan berbagai inovasi yang berorientasi pada pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan.


Dengan hadirnya Wajo Green Pest, DLH Wajo menunjukkan bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk inovatif yang bermanfaat, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan berwawasan lingkungan di Kabupaten Wajo.

Iklan

iklan