Iklan

iklan

Iklan atas

iklan
,

Iklan ke 2

iklan

Leaders Cafe Semen Tonasa Dorong Inovasi Bernilai Bisnis, SIG Catat Capaian Rp308 Miliar

Fahria fahri
Kamis, 29 Oktober 2026, 10/29/2026 WIB Last Updated 2026-10-30T11:35:43Z

 




PANGKEP – PT Semen Tonasa terus memperkuat budaya inovasi yang berorientasi pada penciptaan nilai bisnis. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Leaders Cafe bertajuk From Ideas to Impact: Turning Innovation into Business Value yang digelar di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Andriano Hosny Panangian, dan Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, sebagai narasumber. Acara dibuka langsung oleh Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, serta diikuti jajaran direksi, manajemen, direksi perusahaan afiliasi, dan jajaran Band 1, 2, dan 3 PT Semen Tonasa.

Dalam sambutannya, Anis menegaskan bahwa tidak semua ide dapat berkembang menjadi inovasi yang menghasilkan nilai bisnis. Menurutnya, inovasi harus selaras dengan strategi perusahaan, memiliki perhitungan biaya dan manfaat yang rasional, serta mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi perusahaan.

Ia juga mendorong perubahan paradigma budaya inovasi, dari yang sebelumnya berorientasi pada kuantitas menjadi kualitas dan dampak yang terukur. Dengan demikian, inovasi tidak sekadar menjadi pemenuhan target administratif tahunan, tetapi menjadi solusi atas tantangan bisnis perusahaan.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, menekankan bahwa inovasi merupakan kebutuhan strategis untuk menjaga keberlangsungan dan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri semen yang semakin kompleks.

Ia menyoroti sejumlah tantangan industri, mulai dari volatilitas harga energi, kompleksitas logistik, tuntutan dekarbonisasi, hingga kondisi kelebihan pasokan atau oversupply di pasar semen.

Menurut Andriano, tantangan tersebut menuntut perusahaan untuk tidak hanya mengandalkan efisiensi operasional, tetapi juga mengembangkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar (market-centric).

Ia menyebut jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia serta struktur keuangan yang kuat sebagai dua keunggulan kompetitif SIG. Kedua modal tersebut dinilai dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan inovasi berbasis pasar dan menciptakan nilai bisnis yang lebih besar.

Pada sesi berikutnya, Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, menegaskan bahwa inovasi selalu berawal dari manusia. Ia memperkenalkan siklus inovasi melalui tiga tahapan, yakni challenge, create, dan compound.

Ketiga tahapan tersebut menekankan pentingnya keberanian menantang kebiasaan lama, menciptakan gagasan baru, serta mengembangkan dan mereplikasi inovasi agar memberikan dampak lebih luas bagi perusahaan.

Hadi juga memaparkan capaian inovasi SIG sepanjang 2026. Dari total 1.191 ide yang masuk, sebanyak 52 persen berhasil diimplementasikan menjadi inovasi dengan nilai bisnis mencapai Rp308 miliar.

Nilai tersebut diperoleh melalui peningkatan pendapatan maupun penghindaran biaya (cost avoidance).

Ia turut menekankan pentingnya membangun karakter curiosity, courage, dan taking ownership pada setiap karyawan. Sementara itu, pemimpin diharapkan berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang bagi lahirnya gagasan, mendorong kolaborasi lintas departemen, serta memastikan setiap inovasi memberikan dampak nyata.

Melalui Leaders Cafe ini, PT Semen Tonasa mendorong seluruh insan perusahaan untuk menjadikan inovasi sebagai bagian dari strategi bisnis. Semangat From Ideas to Impact menjadi pengingat bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari banyaknya gagasan yang dihasilkan, tetapi dari kemampuan mewujudkannya menjadi nilai tambah dan manfaat bisnis yang berkelanjutan.

Iklan

iklan iklan