Iklan

iklan

Iklan atas

iklan
,

Iklan ke 2

iklan

Pimpinan DPRD Takalar Ajak Masyarakat Sukseskan Festival Pondok Pesantren 2026

Fahria fahri
Kamis, 22 Oktober 2026, 10/22/2026 WIB Last Updated 2026-10-30T13:56:58Z

 



TAKALAR – Pimpinan dan Sekretaris DPRD Kabupaten Takalar mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menyukseskan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.


Kegiatan yang digagas Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Oktober 2026, dengan pusat kegiatan di Lapangan Kantor Bupati Takalar.


Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, festival ini menjadi wadah bagi santri dan lingkungan pesantren untuk memperkenalkan potensi, kreativitas, serta kontribusinya dalam pembangunan bangsa.


Ajakan tersebut disampaikan Ketua DPRD Takalar H. Muh. Rijal, Wakil Ketua I Fadel Ahmad, Wakil Ketua II Irwan Iskandar, serta Sekretaris DPRD H. Zulkarnain.


Festival ini akan diisi sejumlah agenda, di antaranya apel santri, pawai santri, pameran potensi pesantren, pagelaran seni santri, dan seminar kepesantrenan.


Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan Hari Santri, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kehidupan pesantren, termasuk karya, keterampilan, dan berbagai program pendidikan yang dikembangkan.


Pameran potensi pesantren, misalnya, menjadi kesempatan bagi santri untuk menampilkan kreativitas dan hasil karya. Sementara pagelaran seni dapat menjadi ruang ekspresi bakat sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya di lingkungan pesantren.


Adapun seminar kepesantrenan diharapkan menghadirkan ruang diskusi mengenai tantangan pendidikan, penguatan karakter, serta peran pesantren dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi.


Pimpinan DPRD Takalar memandang pendidikan keagamaan sebagai salah satu unsur penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan daerah, menurut pandangan tersebut, tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan kreativitas generasi muda.


Dalam hal ini, pondok pesantren memiliki peran dalam menanamkan nilai keagamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan kepada para santri.


Penguatan pendidikan pesantren juga dinilai perlu berjalan seiring dengan pengembangan literasi digital dan keterampilan praktis agar santri mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.


Melalui Festival Pondok Pesantren 2026, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih luas antara pesantren, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan serta kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Takalar.

Iklan

iklan iklan