Pangkep, Sulsel — Gelaran pasar malam di Kabupaten Pangkep menuai kritik keras dari pedagang pasar tradisional. Mereka menilai keberadaan pasar malam justru merugikan karena membuat omzet anjlok hingga lebih dari separuh.
Pasar malam yang berlangsung hingga satu bulan penuh dinilai terlalu masif dan berulang di berbagai kecamatan. Pedagang pasar tradisional mengaku tak mampu bersaing, sebab konsumen lebih banyak memilih berbelanja di pasar malam.
“Pendapatan kami berkurang drastis, masyarakat lebih banyak belanja di pasar malam daripada di pasar tradisional,” keluh MY (40), salah seorang pedagang. Minggu (31/08/25)
Hal senada disampaikan YS, pedagang lainnya. Ia menilai pasar malam semestinya digelar cukup sekali dalam setahun di setiap kecamatan. Namun, dalam praktiknya, pemerintah daerah justru menggelarnya terus-menerus hanya dengan berpindah lokasi.
“Di Kecamatan Minasatene sudah beberapa bulan lalu ada pasar malam, sekarang diadakan lagi. Akhirnya kami makin sepi pembeli,” ujarnya.
Pedagang mendesak pemerintah Kabupaten Pangkep mengevaluasi kebijakan penyelenggaraan pasar malam agar tidak menekan ekonomi pedagang tradisional yang bergantung penuh pada pembeli harian.