Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Berdayakan Pemuda Tondong Tallasa Pangkep, Tim Pengabdi UNM Terapkan Inovasi Teknologi Smart-Mini Oven Pengecatan Otomotif*

Uceng
Sabtu, 22 Agustus 2026, 8/22/2026 WIB Last Updated 2026-08-22T04:50:26Z

 

Sulselexpo.id.Dalam upaya menciptakan peluang wirausaha mandiri dan menekan angka pengangguran pemuda perdesaan, tim akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk AUTOPAINT di Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep. Kegiatan pengabdian berbasis hilirisasi teknologi tepat guna ini didanai secara resmi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2025/2026. Tim pengabdi dari Universitas Negeri Makassar ini diketuai oleh Ir. Muh. Bhilal Halim, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Teknik Otomotif UNM, dengan anggota Ir. Muhammad Iskandar Musa, S.Pd., M.T. dari UNM serta Yanti, S.Pd., M.T. dari Universitas Fajar, yang bermitra langsung dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Tondong Tallasa di bawah pimpinan Muhammad Hasim S.

Kecamatan Tondong Tallasa yang berada di wilayah perdesaan Pangkep memiliki sekitar 30% pemuda usia produktif yang sebagian besar belum memiliki pekerjaan tetap. Meskipun minat pemuda pada bidang jasa otomotif tergolong tinggi, aktivitas pengecatan kendaraan di wilayah tersebut selama ini masih mengandalkan metode pengeringan alami di udara terbuka (open-air drying). Metode konvensional ini membutuhkan waktu pengeringan yang sangat lama yaitu berkisar 12 hingga 24 jam, sangat bergantung pada cuaca, serta rentan terkena kontaminasi debu yang dapat merusak kualitas akhir lapisan cat.

Menjawab permasalahan tersebut, tim UNM menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa Smart-Mini Oven. Alat pengering portabel ini dirancang khusus untuk kebutuhan bengkel skala pemula dengan keunggulan berupa sistem pengendalian suhu presisi yang dijaga konstan pada rentang 38 hingga 43°C oleh termostat digital. Selain itu, teknologi ini sangat hemat energi karena hanya mengonsumsi daya listrik total sebesar 260 Watt yang bersumber dari dua elemen pemanas 130 Watt, sehingga sangat ramah untuk kapasitas listrik rumah tangga di daerah perdesaan. Penerapan oven pengering ini terbukti mampu memangkas waktu pengeringan cat hingga 85% lebih cepat, yakni hanya memakan waktu 1 hingga 4 jam tanpa terkendala oleh kondisi cuaca.

Ketua Tim Pengabdi PKM UNM, Ir. Muh. Bhilal Halim, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa fokus utama dari program ini tidak hanya sebatas penyerahan alat, tetapi juga alih teknologi dan peningkatan kompetensi pemuda lokal agar mampu bersaing secara profesional. "Melalui bantuan pendanaan dari DPPM Kemdiktisaintek, kami ingin menjembatani hasil riset dan teknologi tepat guna dari kampus agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat perdesaan. Kami melihat potensi besar pada generasi muda di Tondong Tallasa, dan dengan hadirnya Smart-Mini Oven ini, kami optimistis para pemuda dapat menghasilkan karya pengecatan otomotif berstandar industri serta mampu mengelola bengkel usaha secara mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.

Selain menyerahkan satu unit Smart-Mini Oven beserta paket peralatan pendukung seperti kompresor listrik 1 HP, spray gun HVLP, dan Alat Pelindung Diri (APD) K3, tim pengabdi UNM juga menggelar pelatihan teknis berbasis learning by doing kepada 10 pemuda anggota KNPI. Pelatihan tersebut membekali peserta dengan pemahaman material cat, teknik pengamplasan bertingkat dari grit 220 hingga 2000, teknik penyemprotan yang benar, prosedur K3, hingga pengoperasian oven secara mandiri. Melalui pelatihan ini, terjadi peningkatan kompetensi teknis peserta sebesar 82,9%, yang ditunjukkan dari kenaikan rata-rata nilai tes peserta dari 45,2 pada pre-test menjadi 82,7 pada post-test.

Tak hanya pada aspek teknis, para pemuda juga dibekali kemampuan manajemen bengkel, pencatatan keuangan sederhana, perhitungan harga pokok jasa, hingga strategi pemasaran digital guna membentuk kelembagaan usaha bengkel komunitas yang berkelanjutan. Ketua KNPI Tondong Tallasa, Muhammad Hasim S., mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan pendanaan dari DPPM Kemdiktisaintek serta pendampingan dari tim UNM yang telah memberikan keterampilan berstandar industri bagi para pemuda setempat. Menurutnya, keberadaan Smart-Mini Oven membuat hasil pengecatan menjadi lebih rapi, mengkilap, dan cepat kering, sekaligus menjadi modal utama dalam merintis usaha bengkel mandiri.

Program PKM AUTOPAINT ini secara nyata mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan Tujuan ke-8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan agenda nasional Asta Cita dalam penguatan sumber daya manusia berbasis sains dan teknologi bagi masyarakat perdesaan.

Iklan

iklan