Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

Bukan Sekadar Hadiah, Piso Dapur Jadi Simbol Gerakan PISOTA’ DLH Wajo

Admin
Sabtu, 22 Agustus 2026, 8/22/2026 WIB Last Updated 2026-08-22T07:36:21Z



WAJO — Ada yang unik dalam pembahasan dokumen lingkungan di Kabupaten Wajo. Salah satu konsultan lingkungan menerima hadiah berupa piso dapur dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B.


Pemberian tersebut bukan tanpa alasan. Piso dapur diberikan sebagai bentuk apresiasi karena konsultan lingkungan itu telah memasukkan program Gerakan PISOTA’ ke dalam dokumen UKL-UPL salah satu perumahan developer.


PISOTA’ merupakan gerakan Pilah Sampahta, Olah Sampahta, Tanami Pekaranganta, yang mendorong masyarakat mengelola sampah sejak dari sumbernya.


Bagi DLH Wajo, langkah memasukkan PISOTA’ dalam dokumen UKL-UPL menjadi bentuk dukungan nyata agar pengelolaan sampah sudah dipikirkan sejak tahap perencanaan pembangunan, khususnya pada kawasan perumahan.


Piso dapur yang diberikan pun memiliki makna tersendiri. Benda tersebut digunakan setiap hari di dapur, tempat sampah makanan dan sampah rumah tangga dihasilkan.


Dari dapur inilah masyarakat diharapkan mulai membiasakan diri memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang.




Kepala DLH Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B, mengapresiasi konsultan lingkungan yang telah memasukkan program PISOTA’ dalam dokumen UKL-UPL perumahan.


“PISOTA’ harus masuk dalam perencanaan pembangunan. Kita ingin pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya, termasuk dari lingkungan perumahan,” ujarnya.


Menurutnya, pengelolaan sampah tidak seharusnya menjadi persoalan yang baru dipikirkan setelah sebuah kawasan perumahan selesai dibangun. Sistem pengelolaan sampah perlu disiapkan sejak awal sebagai bagian dari perencanaan lingkungan.


DLH Wajo berharap langkah tersebut dapat diikuti konsultan lingkungan dan para developer lainnya. Dengan demikian, pembangunan perumahan tidak hanya memperhatikan aspek fisik bangunan, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.


Gerakan PISOTA’ pun diharapkan tidak berhenti sebagai program di atas dokumen, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.


Dari sebuah piso dapur, DLH Wajo ingin mengingatkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari tempat paling sederhana: dapur rumah sendiri.

Iklan

iklan