Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

DLH Wajo Perkuat Penanganan IPAL MBG, Kadis Serap Masukan DPRD Sulsel

Admin
Sabtu, 11 April 2026, 4/11/2026 WIB Last Updated 2026-04-11T13:17:02Z


WAJO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo terus mengintensifkan upaya penanganan berbagai persoalan lingkungan, khususnya terkait pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Hal tersebut disampaikan Kepala DLH Wajo, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, usai melakukan silaturahmi dan diskusi bersama Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sultan Tajang, serta Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Fery Saputra Santu, di Bola Pute, Jumat malam (10/4/2026).


Menurut Fakhrul Rijal, pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah masukan strategis yang konstruktif dalam mendukung optimalisasi pengelolaan IPAL pada program MBG.


“Diskusi ini sangat produktif. Kami memperoleh banyak masukan yang menjadi referensi penting dalam menentukan langkah ke depan, khususnya terkait pengelolaan IPAL MBG,” ujarnya.


Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama yang dihadapi DLH adalah belum tersedianya petunjuk teknis (juknis) secara spesifik dari Badan Gizi Nasional sejak awal pelaksanaan program.


“Kondisi ini sempat menimbulkan kendala di lapangan. Namun demikian, kami memahami bahwa MBG merupakan program strategis nasional yang harus segera diimplementasikan,” jelasnya.


Lebih lanjut, Fakhrul mengungkapkan bahwa berdasarkan ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup, fasilitas dapur MBG diwajibkan menggunakan IPAL berbasis bioteknologi atau tangki pengolahan limbah. Namun, hasil survei menunjukkan sebagian besar lokasi mengalami keterbatasan lahan.


“Penerapan IPAL bioteknologi membutuhkan ruang yang cukup luas, sementara banyak titik MBG tidak memiliki kapasitas lahan yang memadai,” terangnya.


Sebagai langkah tindak lanjut, DLH Wajo akan menginisiasi forum diskusi bersama seluruh pengelola MBG di Kabupaten Wajo guna merumuskan solusi yang efektif, adaptif, dan sesuai regulasi.


“Kami telah memperoleh gambaran awal dari hasil diskusi ini. Selanjutnya akan kami tindak lanjuti melalui pembahasan bersama para pengelola MBG agar solusi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara optimal,” tutupnya.


DLH Wajo menegaskan komitmennya untuk memastikan program MBG berjalan selaras dengan prinsip perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Iklan

iklan